Halo, teman-teman! 👋
Aku Wahyu Sulaiman, mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular. Tulisan ini masih dalam rangka mata kuliah Wawancara dan Talkshow bareng Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.
Yuk, kita bahas dasar-dasar wawancara secara singkat tapi daging! ☕🎤
Apa Itu Wawancara?
Wawancara (interview) adalah proses komunikasi lisan antara dua pihak atau lebih — yaitu pewawancara (interviewer) dan narasumber (interviewee) — yang dilakukan secara tatap muka atau melalui media, dengan tujuan menggali informasi, pendapat, atau pengalaman dari narasumber.
Dalam Ilmu Komunikasi, wawancara bukan sekadar "tanya-jawab", melainkan proses komunikasi interpersonal yang terstruktur dan bertujuan.
Tujuan Wawancara
Wawancara dilakukan untuk beberapa tujuan Utama :
- Mengumpulkan Informasi — mendapatkan data, fakta, atau keterangan langsung dari sumber pertama.
- Memperdalam Pemahaman — menggali makna, motivasi, atau perspektif yang tidak bisa didapat dari dokumen tertulis.
Verifikasi Fakta — mengonfirmasi kebenaran suatu informasi dari pihak yang berwenang.
Membangun Narasi — dalam jurnalistik, wawancara digunakan untuk menyusun cerita yang utuh dan berimbang.
Evaluasi & Seleksi — dalam konteks HR, wawancara digunakan untuk menilai kompetensi calon karyawan.
Proses Wawancara
Wawancara yang baik tidak terjadi secara instan. Ada tiga tahap Utama :
1. Tahap Persiapan (Pre-Interview)
- Menentukan tujuan wawancara
- Meriset narasumber dan topik
- Menyusun daftar pertanyaan (panduan wawancara)
- Menyiapkan alat rekam/catatan
2. Tahap Pelaksanaan (Interview)
- Membangun rapport (koneksi awal) dengan narasumber
- Mengajukan pertanyaan secara sistematis (umum → spesifik)
- Mendengarkan secara aktif (active listening)
- Mengajukan pertanyaan lanjutan (follow-up) jika diperlukan
3. Tahap Pasca-Wawancara (Post-Interview)
- Mentranskrip hasil wawancara
- Menganalisis dan mengolah data
- Menyusun laporan atau artikel berdasarkan hasil wawancara
- Melakukan verifikasi kembali ke narasumber (jika diperlukan)
Jenis-Jenis Wawancara
Dalam praktiknya, wawancara dibagi menjadi beberapa jenis :
- Wawancara Terstruktur — pertanyaan sudah disiapkan secara rinci.
- Wawancara Semi-Terstruktur — ada panduan, tapi fleksibel untuk pengembangan.
- Wawancara Tidak Terstruktur — lebih seperti obrolan mendalam (in-depth interview).
- Wawancara Kelompok (FGD) — dilakukan dengan beberapa narasumber sekaligus.
Penutup
Wawancara adalah jantung dari banyak profesi komunikasi — jurnalis, peneliti, humas, hingga penyiar podcast. Kemampuan mewawancarai yang baik bukan bawaan lahir, tapi keterampilan yang bisa dilatih melalui pemahaman teori dan praktik yang konsisten.
Seperti yang sering ditekankan di kelas: "Pertanyaan yang baik adalah jembatan menuju kebenaran."
Gimana, teman-teman? Ada yang mau ditambahkan atau ditanyakan? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇
— Wahyu Sulaiman
Mahasiswa Semester 6, Prodi Ilmu Komunikasi
Universitas Mpu Tantular
dari Batam ✍️🎤
Sumber Referensi:
- Stewart, C. J., & Cash, W. B. (2019). Interviewing: Principles and Practices (15th ed.). McGraw-Hill Education.
- Kvale, S., & Brinkmann, S. (2021). InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing (4th ed.). SAGE Publications.
- Morris, C. (2015). Interviewing: A Practical Guide for Students and Professionals. Open University Press.
- Siregar, A. (2018). Teknik-Teknik Jurnalistik: Panduan Praktis Wawancara. Jakarta: Kencana.
- Maida, S. T. (2025). Materi Kuliah Wawancara dan Talkshow. Universitas Mpu Tantular.
#Tag: #Wawancara #IlmuKomunikasi #MpuTantular #Jurnalistik #KomunikasiInterpersonal #WawancaraDanTalkshow

No comments:
Post a Comment