Friday, 17 July 2026

Wawancara: Definisi, Tujuan, dan Proses dalam Ilmu Komunikasi

Halo, teman-teman! 👋

Aku Wahyu Sulaiman, mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular. Tulisan ini masih dalam rangka mata kuliah Wawancara dan Talkshow bareng Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

Yuk, kita bahas dasar-dasar wawancara secara singkat tapi daging! ☕🎤

Apa Itu Wawancara?

Wawancara (interview) adalah proses komunikasi lisan antara dua pihak atau lebih — yaitu pewawancara (interviewer) dan narasumber (interviewee) — yang dilakukan secara tatap muka atau melalui media, dengan tujuan menggali informasi, pendapat, atau pengalaman dari narasumber.

Dalam Ilmu Komunikasi, wawancara bukan sekadar "tanya-jawab", melainkan proses komunikasi interpersonal yang terstruktur dan bertujuan.

Tujuan Wawancara

Wawancara dilakukan untuk beberapa tujuan Utama :

  • Mengumpulkan Informasi — mendapatkan data, fakta, atau keterangan langsung dari sumber pertama.
  • Memperdalam Pemahaman — menggali makna, motivasi, atau perspektif yang tidak bisa didapat dari dokumen tertulis.

Verifikasi Fakta — mengonfirmasi kebenaran suatu informasi dari pihak yang berwenang.

Membangun Narasi — dalam jurnalistik, wawancara digunakan untuk menyusun cerita yang utuh dan berimbang.

Evaluasi & Seleksi — dalam konteks HR, wawancara digunakan untuk menilai kompetensi calon karyawan.

Proses Wawancara

Wawancara yang baik tidak terjadi secara instan. Ada tiga tahap Utama :

1. Tahap Persiapan (Pre-Interview)

  • Menentukan tujuan wawancara
  • Meriset narasumber dan topik
  • Menyusun daftar pertanyaan (panduan wawancara)
  • Menyiapkan alat rekam/catatan

2. Tahap Pelaksanaan (Interview)

  • Membangun rapport (koneksi awal) dengan narasumber
  • Mengajukan pertanyaan secara sistematis (umum → spesifik)
  • Mendengarkan secara aktif (active listening)
  • Mengajukan pertanyaan lanjutan (follow-up) jika diperlukan

3. Tahap Pasca-Wawancara (Post-Interview)

  • Mentranskrip hasil wawancara
  • Menganalisis dan mengolah data
  • Menyusun laporan atau artikel berdasarkan hasil wawancara
  • Melakukan verifikasi kembali ke narasumber (jika diperlukan)

Jenis-Jenis Wawancara

Dalam praktiknya, wawancara dibagi menjadi beberapa jenis :

  • Wawancara Terstruktur — pertanyaan sudah disiapkan secara rinci.
  • Wawancara Semi-Terstruktur — ada panduan, tapi fleksibel untuk pengembangan.
  • Wawancara Tidak Terstruktur — lebih seperti obrolan mendalam (in-depth interview).
  • Wawancara Kelompok (FGD) — dilakukan dengan beberapa narasumber sekaligus.

Penutup

Wawancara adalah jantung dari banyak profesi komunikasi — jurnalis, peneliti, humas, hingga penyiar podcast. Kemampuan mewawancarai yang baik bukan bawaan lahir, tapi keterampilan yang bisa dilatih melalui pemahaman teori dan praktik yang konsisten.

Seperti yang sering ditekankan di kelas: "Pertanyaan yang baik adalah jembatan menuju kebenaran." 

Gimana, teman-teman? Ada yang mau ditambahkan atau ditanyakan? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇

— Wahyu Sulaiman

Mahasiswa Semester 6, Prodi Ilmu Komunikasi

Universitas Mpu Tantular

dari Batam ✍️🎤


Sumber Referensi:

  • Stewart, C. J., & Cash, W. B. (2019). Interviewing: Principles and Practices (15th ed.). McGraw-Hill Education.
  • Kvale, S., & Brinkmann, S. (2021). InterViews: Learning the Craft of Qualitative Research Interviewing (4th ed.). SAGE Publications.
  • Morris, C. (2015). Interviewing: A Practical Guide for Students and Professionals. Open University Press.
  • Siregar, A. (2018). Teknik-Teknik Jurnalistik: Panduan Praktis Wawancara. Jakarta: Kencana.
  • Maida, S. T. (2025). Materi Kuliah Wawancara dan Talkshow. Universitas Mpu Tantular.


#Tag: #Wawancara #IlmuKomunikasi #MpuTantular #Jurnalistik #KomunikasiInterpersonal #WawancaraDanTalkshow

No comments:

Post a Comment

Strategi dalam Talkshow: Rahasia di Balik Obrolan yang Menghibur dan Bermakna

Halo, teman-teman! 👋 Aku Wahyu Sulaiman, mahasiswa semester 6 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular. Tulisan ini masih dalam rangk...